Rabu, 18 September 2013

Kenali ciri-ciri Android yang terkena Malware

Hei, rek. Pertama yang bisa pahami itu, Android pun kini bisa terserang malware. Bahkan jumlah gadget android yang terjangkit malware pada tahun 2012 tahun lalu meningkat 300% dibanding 2011. Wuih! Sungguh jumlah yang banyak.


Malware ini bekerja secara sembunyi-sembunyi atau pun menumpang program lain untuk mengakses internet, mencuri data pengguna, dll.
Program jahat ini menggunakan berbagai cara untuk menghindar dari deteksi pengguna perangkat Android, termasuk dengan mendompleng program lain.
Walaupun begitu, khal tersebut bisa diketahui dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Daya tahan baterai menurun. Pengguna Android yang memakai perangkatnya secara normal dan tidak banyak melakukan aktivitas yang menguras baterai pasti mengetahui kisaran daya tahan baterai ponselnya.
Kalau daya tahan baterai menurun tanpa sebab yang jelas, ada kemungkinan malware menjadi biang keroknya. Contohnya seperti adware, jenis malware yang terus menerus mengirim iklan kepada pengguna sehingga mempengaruhi baterai perangkat.
2. Dropped call dan gangguan panggilan. Malware bisa menguping pembicaraan yang dilakukan dengan perangkat Android. Ketika hal ini terjadi, bisa muncul efek samping berupa gangguan panggilan atau dropped call.
Kalau pengguna yakin dua masalah ini bukan diakibatkan oleh gangguan sinyal, bisa jadi memang ada malware yang berupaya menyadap pembicaraan atau melakukan aktivitas mencurigakan lainnya.
3. Tagihan telepon yang membengkak. Inilah yang diakibatkan oleh malware pencuri pulsa dengan berbagai macam tekniknya, seperti mengirim SMS ke nomor dengan tarif premium.
Untuk menghindari kecurigaan, beberapa malware tipe ini hanya mengirim SMS sekali sebulan. Ada juga yang secara otomatis menghapus diri sendiri begitu selesai menguras tagihan pengguna dengan cepat.
Karena itu, ada baiknya mengecek tagihan telepon untuk melihat apabila ada pengeluaran yang mencurigakan. Siapa tahu ada malware di belakangnya.
4. Konsumsi data naik tiba-tiba. Yang satu ini juga bisa terjadi akibat malware, mirip dengan keanehan tagihan telepon di atas. Perubahan pola upload atau download boleh jadi merupakan pertanda bahwa seseorang atau sesuatu sedang memanfaatkan koneksi internet pada perangkat Android.
Memasang aplikasi pengukur kuota data bisa menunjukkan apabila sebuah perangkat telah disusupi malware, sekaligus mencegah kelebihan konsumsi data lewat penggunaan sehari-hari.
5. Performa yang menurun. Tergantung pada spesifikasi hardware perangkat yang bersangkutan, malware bisa membuat kinerja turun drastis. Pengguna PC yang pernah mengalami infeksi virus kelas berat tentu familier dengan gejala yang satu ini. Cara memeriksanya bisa dengan melihat konsumsi RAM atau load prosesor yang tidak wajar.
Sistem operasi yang biasanya terjangkit malware adalah:

1. Android versi 2.3 (Gingerbread),
2. Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich), dan
3. Android versi 4.1 (Jelly Bean).

Apabila perangkat Android telanjur dijangkiti malware, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan. Pertama adalah menghapus aplikasi yang terkait dengan malware. Jika ternyata malware masih bertahan walaupun aplikasi “induknya” dihapus, maka yang selanjutnya bisa dilakukan adalah melakukan “factory reset” yang akan membersihkan memori perangkat.
Untuk meningkatkan keamanan, sejumlah aplikasi keamanan gratis tersedia di Google Play Store. Untuk pengguna kantoran, departemen IT bisa membantu mengatasi permasalahan malware ini sebelum membahayakan data perusahaan.
Langkah pencegahan umum yang bisa dilakukan adalah benar-benar memperhatikan jenis permission yang diminta oleh tiap aplikasi Android. Banyak aplikasi yang meminta izin untuk melakukan hal-hal berbahaya, walaupun sebenarnya tidak diperlukan. Untuk itu, bacalah pemintaan permissions ini dengan teliti sebelum meng-klik tombol “accept”

Sumber: http://blogber.blogdetik.com/2013/04/26/kenali-ciri-ciri-android-yang-terserang-malware/