Rabu, 17 April 2019

Stigma Otaku yang (Tidak Selamanya) Buruk


Otaku. Sekelompok orang yang terobsesi dengan hobi mereka. Dalam konteks yang sempit, Otaku merupakan sekelompok yang suka dengan anime dan manga. Namun, dalam konteks yang lebih luas, Otaku bukan cuma sekedar sekedar penyuka animanga saja. Otaku juga merujuk pada orang memiliki kecenderungan pada suatu hobi seperti Cosplay, Kereta Api, Game, dan Idol.

Bagi masyarakat pada umumnya, khususnya Jepang, otaku dianggap sebagai manusia aneh, unik, lucu, gak keren, atau lebih rendahnya lagi, sampah masyarakat. Kok bisa? Mari kita kembali ke akhir 1980-an dan awal 1990-an, lebih tepatnya 1989.

Seorang pria bernama Tsutomu Miyazaki (1962-2006) dikenal sebagai "The Otaku Murderer" karena dia merupakan seorang Otaku yang bertanggung jawab atas kematian 4 anak perempuan yang ia bunuh secara sadis karena dipengaruhi oleh anime, video porno, dan komik yang ia koleksi.
Tsutomu si biang kerok jatuhnya pamor otaku
Tsutomu lahir di Itsukaichi, Tokyo pada tanggal 21 Agustus 1962. Tsutomu lahir dengan kondisi prematur yang membuat tangannya lahir cacat. Tangannya menjadi satu dengan pergelangannya sehingga ia terpaksa harus menggerakan lengan bawahnya untuk memutar tangannya. Keadaan itulah yang membuat ia di-bully oleh teman sekelasnya. Sungguh masa kecil yang ngenes.. Dan masa kecil inilah yang akan mempengaruhi mentalnya di masa depan.

Pada tahun 1988, ia menghabiskan waktu dengan membaca manga khususnya manga horor, terutama setelah kakeknya meninggal dunia pada Mei 1988. Waktu itu, Tsutomu sedang mengalami depresi berat setelah ditinggal mati oleh kakeknya yang waktu itu hanya satu-satunya anggota keluarganya yang ia cintai. Sisanya (Bapaknya, Emaknya, dan Mbaknya) membencinya. Sehingga Tsutomu memilih membaca komik dan film horor sebagai pelarian. Pada tahun 1989, setelah menyerang kakak dan emaknya, ia mulai menculik dan membunuh gadis-gadis muda yang kebanyakan merupakan gadis dibawah umur demi memuaskan hawa nafsunya. Sejak Agustus 1988 sampai Juni 1989, ia membunuh hingga empat anak. Dalam aksinya, Tsutomu pernah meminum darah korbannya, memakan bagian tubuh korban, dan juga pernah bercinta dengan mayat yang ia bunuh. Yikes! Membayangkannya aja membuat TS muntah karena jijik!!

Aksi kejamnya Tsutomu berhenti saat ia ditangkap oleh aparat keamanan alias kepolisian saat ia mencoba untuk menculik dan membunuh korban kelimanya namum digagalkan oleh bapak korban. Setelah ditangkap dan rumahnya diselidiki, kepolisisan menemukan sesuatu yang amat mengejutkan lagi disturbing. Di rumahnya, polisi menemukan buku-buku komik, porno, Film Horor, dan Anime-anime Guro.

Karena itu, Tsutomu dijuluki "The Otaku Murderer" alias "Si Otaku Pembunuh" dan sejak saat itu, anime dan manga dikambing hitamkan sebagai biang kejahatan dan kriminal. Dan pamor otaku semakin merosot ketika media massa menyebarkan pandangan negatif mengenai Otaku. Sehingga, apabila orang biasa ngelihat orang meluk-meluk dakimakura bergambar waifu mereka di tempat-tempapt umum, dan atau orang berkeliaran menenteng merchandise anime di jalan dengan penuh semangat, otaku mendapat pandangan yang aneh dan jijik dari masyarakat sekitar.
Kira-kira begitulah reaksi orang lain saat ngeliat elu bawa dakimakura bergambar waifu-mu ke jalan.
Bagus banget bajunya, masbroh. Beli di mana? Di Pasar Turi?
Admin teringat dengan insiden yang terjadi di Masjid Christchurch, Selandia Baru, bulan Maret lalu yang membuat game mobile PUBG/Player Unknown Battle Ground menuai pro kontra di Indonesia khususnya dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menganggap bahwa game tersebut haram. Padahal, pelakunya, Brenton Tarrant, bukan gamer dan gak terinspirasi sama game yang sedang booming ini. Beda dengan abang Tsutomu yang emang terinspirasi dari apa yang ia tonton (Anime dan video porno).

Kembali ke topik masalah. Otaku gak selamanya dipandang buruk. Seorang penulis Hiroki Azuma, dalam bukunya, Otaku, mengamati bahwa antara tahun 2001 dan 2007, bentuk dan pemasaran otaku dengan cepat memenangkan pengakuan sosial. Hal tersebut dibuktikan pada tahun 20003, Animator Hayao Miyazaki dan karyanya, Spirited Away, memenangkan Academy Award dan  Takashi Murakami memperoleh pengakuan untuk desain otaku-like-nya pada waktu yang sama. Pada tahun 2005, kata moe, salah satu kata kunci dari volume ini, terpilih dalam sepuluh teratas "Buzzwords of the year". Seorang mantan perdana menteri Jepang, Taro Aso, ternyata pernah menjadi otaku dengan menggunakan sub kultur untuk mempromosikan Jepang di luar negeri. Pada tahun 2013, Studi masyarakat jepang terhadap +137.000  orang menemukan bahwa 42,2% mengidentifikasi diri mereka sebagai otaku.

Bahkan, Otaku juga memberikan keuntungan baik dari sisi sosial bagi masyarakat di luar Jepang dan juga ekonomi. Ini terlihat dalam semakin menjamurnya event-event jejepangan diselenggarakan di berbagai macam belahan dunia seperti Anime Festival Asia. Di Indonesia sendiri, berbagai macam komunitas-komunitas jejepangan dan juga otaku mulai bertebaran dan menjamurnya event-event otaku yang diselenggarakan mulai di kampus-kampus hingga di mal-mal.

Terlepas dari pro-kontra otaku di masyarakat Jepang dan di luar negeri, kita semestinya juga sadar bahwa kita juga tetap menjaga perilaku jejepangan kita di masyarakat luas agar kita menjaga perilaku kita sebagai otaku dan penggemar jejepangan di masyarakat luas dan jangan sampai hobi kita menjadi obsesi berlebihan sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita gak mau kan kejadian seperti Tsutomu Miyazaki-san terulang lagi di Indonesia?

Sumber referensi:
Otaku @ Wikipedia English
Ketika Otaku Dipandang Hina @ Risamedia
Otaku di kehidupan nyata: sampah masyarakat? @ Fujotaku's Diary

Selasa, 16 April 2019

発表時期です! (Happyō jikidesu! a.k.a Waktunya Pengumuman)

Hallo/konnichiwa semuanya! Oke sesuai dengan judul di atas, ada pengumuman yang sebenarnya mau ditulis cuma gak sempat karena 'kesibukan' admin blog ini... Yosh.. Langsung dech!

Untuk tampilan di blog ini, tampilannya akan kembali ke tampilan standar yang sederhana namun bisa dinikmati. Namun, widget-widget lama kayak jam dan piano udah gak bisa diakses lagi. Gak tau bagaimana caranya agar bisa kembali, yang penting kan fungsi utama blog ini masih bisa diakses. At least for now... Namun, jika kalian masih suka dengan tampilan dinamis yang keren abis, saya gak keberatan. Jadi, jika kalian mau minta kembalikan tampilan dinamis di blog saya atau masih tetap dengan tampilan sederhana tapi yang penting bisa diakses di semua gadget, silahken tinggalkan pendapat anda di kolom komentar.

Dan.... Mulai hari ini (atau sesempatnya), saya akan buat laman Facebook dan Twitter untuk  agar bisa terhubung lebih dekat dengan saya. Dan jangan lupa bila sudah selesai lamannya, jangan lupa di-like ya.....
BCOCCIJ Journal @ Facebook
Jangan lupa untuk tetap follow blog ini dan doakan jika saya sempat saya bisa pos update untuk blog saya. Oke Wes sugeng dalu.

Minggu, 14 April 2019

It had Been Seven Years

Assalamu'alaikum/Hello/Konnichiwa..... Apa kabar kalian semua.. Baik? I glad to hear that. Oke, langsung saja deh ke intinya karena gak mau lama-lama di sini.

Pertama-tama aku mau mengucapakan beberapa paragraf mengenai blog-ku ini. Pertama blog ini, Bagas Cakra's Otaku, Cosplay, Computer, IT, and J-Culture Journal, sudah aktif selama tujuh tahun mulai tahun 2012 sampai sekarang. Dan selama tujuh tahun terakhir ini, blog ini sudah dibaca sebanyak lebih dari 200.000 pengunjung di seluruh dunia. Dan yang paling banyak diakses sampai sekarang adalah Indonesia, Amerika Serikat, dan juga Rusia. Kebayang kan gimana blog kecil ini bisa diakses orang-orang dari penjuru dunia? Dan juga banyak banget blog-blog orang yang bisa diakses oleh masyarakat internasional dan tentunya lebih ramai daripada blog ini.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir ini, jumlah pengunjung gak menunjukan peningkatan yang sesignifikan tahun-tahun sebelumnya, justru malah merosot. Masih mending sih daripada gak ditengok sama sekali. Hal ini diperparah dengan kesibukanku dan juga kemalasanku untuk update blog ini. Gak seperti tahun-tahun pas gue masih SMK sih, sekitar tahun 2012-an.
Tahun 2012, saat aku masih menjadi remaja pecinta anime dan komputer. Gue sebenernya sudah mengenal blogger sejak zamanku SMP. Namun, suatu ketika saat gue duduk di bangku SMK, gue kepikiran untuk mempunyai blog yang gak cuma ngomongin soal otaku, melainkan juga ngomongin soal cosplay dan komputer. Berawal dari hobi gue terhadap animanga, akhirnya gue bikin blog ini di blogger. Agar blog ini ramai, gue daftarkan blog ini di Technorati. Dan tidak butuh waktu lama agar blog ini masuk ke mesin pencari dan dapat dinikmati oleh pembaca di seluruh dunia. Itu langkah berani yang pernah kuambil. Dan sejak saat itu, gue keranjingan main blogger. Seiring dengan masuknya gue ke jenjang perkuliahan, gue mulai malas dan jarang buka blogger, sekalipun buka blogger, itupun cuma lihat-lihat statistik gue sih dan juga mulai jarang ngepost karena kemalasan dan juga gak punya ide bagus buat mengepos artikel. Bahkan, tahun 2015 aja gue hanya bisa ngepost satu artikel. Wow, mending daripada gak ngepos sama sekali. Belum lagi saat gue dapat pekerjaan meski magang. Mau tidak mau harus cari waktu yang tepat untuk update blog ini. Bayangin deh susahnya jadi admin blog ini.

Hasil gambar untuk anime boy stressed
Yang gua inginkan adalah make this blog great again seperti pas tahun-tahun sebelumnya. Kalau saja gue punya waktu sebanyak pas aku SMK. Gue pasti akan semangat dalam melakukan posting sekaligus mampu me-manage waktu gue kerja, main game, dan posting di blogger.

Oke deh, sekian buat curhatan kali ini, dan aku harap punya banyak waktu untuk ngepos banyak artikel dan tulisan yang bermanfaat bagi kita semua. Oke wes sugeng dalu alias sampai jumpa!

Kamis, 21 Februari 2019

Cosplay Low Budget Gokiljaya

Cosplay, suatu kegiatan dimana seseorang memakai kostum karakter favoritnya dan beraksi bak karakter yang disenanginya. Biasanya, budget untuk kostum yang keren bisa sampai ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah. Tapi, di tangan orang kreatif, mereka bisa ber-cosplay ria meski dengan budget seadanya. Alih-alih keren dan mirip dengan karakter aslinya, foto-foto 'cosplay' ini malah bikin senyum-senyum sendiri atau ngakak jungkir balik. Penasaran? Here we go!
Gak ada cakar adamantium, garpu pun jadi

Mudah-mudahan orang yang nge-cosplay ini gak diroket nuklir lantaran berani cosplay Kim Jong Un.
Gak ada wig, pisang pun jadi. Abis jadi super saiya, Goku mau bikin kolak!

B1tch please... Entah ini lagi cosplay atau ekspresi muka yang dibuat mirip Yao Ming?! :v

Cosplay Emak legend yang bikin gempar dunia persilatan dan percosplayan.

Groot dari tangan? Why not?
Hasil gambar untuk cosplay low budget kocak
Ngapain Stormtrooper-nya bawa-bawa mejik jer segala? Lagi mau masak nasi? Namanya juga cosplay low budget!
The real plastic man! Semoga orang yang nge-cosplay ini selamat dari amukan k-popers, Member EXO, dan Fans EXO.

Coba Tahan Ketawa Lihat 17 Peserta Lomba Low Budget Cosplay Ini
Cosplay hanya bermodalkan kaos abu-abu dan celana jeans doang, biar greget kata orangnya! Mudah-mudahan Mad Dog gak marah-marah.
Coba Tahan Ketawa Lihat 17 Peserta Lomba Low Budget Cosplay Ini
Well.. Kalau ini sih alih-alih jadi pengusaha minyak bumi, Omar KW ini jadi juragan minyak tanah :v

Epilog

Gimana guys, kocak-kocak kan fotonya? Sekali lagi saya tekankan bahwa orang yang ingin beda bukanlah soal budget, melainkan seberapa kreatif kamu membuat orang tersenyum meski dengan modal alakadarnya. Sekian tulisan kali ini, semoga terhibur. Jaa ne!
Sumber gambar: Google

Lebih dekat dengan Factory Reset


Biasanya jika OS di komputer atau laptop anda mengalami eror yang benar-benar annoying, pasti yang ada di pikiran ente adalah laptop anda harus diinstal ulang. Eits, don't do it! Sebenarnya masih ada alternatif lain untuk memperbaiki komputer anda secara menyeluruh, namanya adalah Factory Reset. Pengen tahu? Here we go!

Pengertian Factory Reset

Factory Reset itu adalah sebuah tindakan dimana pengaturan operating system di-reset kembali seperti kondisi pabrik alias saat masih baru. Factory Reset ini ada dua opsi, yaitu Factory Reset hanya membersihkan file personal dan  mempertahankan settingan OS dan Factory Reset secara total dengan kata lain komputer anda benar-benar bersih dari pengaturan dan data-data anda.

Kelebihan Factory Reset:

Dibandingkan dengan instal ulang, Factory Reset merupakan alternatif yang lebih murah dan mudah dalam me-repair OS anda yang eror apalagi sampai mengganggu. Dengan melakukan reset, otomatis semua data-data dan pengaturan anda. Selain itu cara ini juga bisa memperbaiki OS anda sehingga anda bisa  bekerja kembali dengan lancar

Kelemahan Factory Reset

Kelemahannya cara ini bisa menghapus data anda secara permanen khususnya jika Hardisk yang bersangkutan di-reset secara total. Jadi, jika anda ingin bermaksud melakukan factory reset pada hardisk yang anda inginkan, ada faedahnya jika anda back-up data-data anda yang penting.
Kedua, cara ini memiliki dua kemungkinan, berhasil atau gagal sama sekali. Jika berhasil, sistem komputer anda bisa dipakai kembali tanpa ada masalah apapun. Sebaliknya jika gagal, maka sistem komputer anda sudah tidak bisa dipakai lagi dan terpaksa harus anda instal ulang.

Cara melakukan Factory Reset

Saya hanya akan sharing cara melakukan Factory Reset di Windows 10. Jika anda ingin tahu bagaimana cara Factory Reset di Windows 8 atau dibawahnya, silahkan cari di google, oke?

1. Masuk ke Control Panel. Klik Start, Pilih Windows System, lalu klil Control Panel. Di laptop saya pake Bahasa Indonesia, namanya Sistem Windows.

2. Pada Control Panel (Panel Kontrol kalau Laptop saya :D), klik menu Recovery atau Pemulihan di Laptop gue.

3. Pada menu Recovery/Pemulihan, Klik If you having troubles in your PC, go to Settings and try resetting it (Jika anda mengalami masalah dengan PC, masuk ke Pengaturan dan coba mulai ulang PC Anda)


4. Pada Menu Pemulihan di Jendela Pengaturan/Settings, klik Getting Started/Persiapan

5. Selanjutnya anda dihadapkan dengan dua pilihan, apakah anda ingin menyimpan file anda atau menghapus semua. Perlu diingat jika anda memiliki masalah yang annoying di Komputer anda, Hapus semua merupakan pilihan terbaik. Namun, pastikan anda sudah mem-backup semua data-data anda di Hardisk Eksternal/Flash Drive/Cloud Storage.

Baca Juga: Flash Drive vs Cloud Storage. Perbandingan kelebihan dan kekurangan

6. Jika anda ingin hapus semua, anda akan dihadapkan pada pilihan apakah anda ingin menghapus semua data pada drive yang anda instal Windows anda (Biasanya sih C://) ataukah anda ingin menghapus semua data pada seluruh drive (kecuali drive eksternal) hingga benar-benar bersih. OK

Sekian tulisan untuk kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, oke wes,sayonara.

Minggu, 04 November 2018

Anime untuk anak-anak(?)

https://ae01.alicdn.com/kf/HTB195eOoZnI8KJjSspeq6AwIpXa9/Anime-japon-s-Manga-crossover-todos-los-personajes-h-roes-KB149-Sala-hogar-pared-arte-moderno.jpg_640x640.jpg
Banyak orang (khususnya orang awam) yang mengira bahwa anime merupakan tontonan untuk anak. Alasannya karena anime dan kartun adalah animasi dan animasi itu adalah tontonan buat anak-anak. Tapi, benarkah demikian? Kita kembali ke tahun 1990-an sampai dengan 2000-an ketika serial anime sedang booming di Indonesia. Pada tahun-tahun tersebut banyak anime yang ditayangkan di saluran-saluran televisi di Indonesia seperti Doraemon, Crayon Shinchan, Naruto, Samurai-X, dan lain-lain sebagainya. Sehingga banyak orang mengira bahwa anime itu adalah kartun yang merupakan tontonan yang menarik bagi anak-anak. Padahal seperti yang kita tahu, anime memiliki beberapa yang kadang tidak semuanya sesuai dengan anak-anak. Mulai dari kekerasan, adegan vulgar, hingga alur cerita yang kompleks yang bisa dicerna oleh audiens tertentu. Meskipun demikian, kemunculan anime tersebut memberikan suatu kenangan dan kesenangan sendiri bagi pemirsa khususnya para anime lovers di Indonesia.
Sekarang, anime masih sering ditayangkan di tv nasional meski harus melalui seleksi dan aturan sensor yang super ketat. Kita bisa melihat berbagai macam sensor yang tidak hanya menyensor adegan pornografi atau kekerasan. Mulai dari (maaf) belahan dada, adegan penodongan dengan menyensor blur senjata yang dipakai menodong, adegan cipratan darah yang disensor dengan cara memberikan efek grayscale, hingga rokok pun juga mesti disensor padahal tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada sensor seperti itu. Kita pun meski berpikir dua kali, apakah benar anime itu memang diperuntukan untuk anak-anak?
Anime dan kartun merupakan tayangan hiburan yang berbentuk animasi walaupun dari berbagai segi ada beberapa perbedaan penting menurut Aditya dalam artikel Beda loh! Kartun dengan anime (2013):
1. Dari segi genre, kartun memang diperuntukan untuk audiens anak-anak dengan berbagai macam genre mulai dari genre superhero seperti Ben 10, Teen Titans, Avengers Assembled bikinan Marvel, genre edukasi seperti Dora The Explorer, hingga genre kasual seperti Spongebob. Meskipun ada kalanya beberapa kartun memiliki pengecualian seperti Family Guy, The Simpsons, dan juga American Dad. Sedangkan Anime diperuntukan untuk audiens tertentu untuk genre tertentu bahkan sampai ada anime dengan genre 3cch1 dan juga h3nt4i.
2. Dari segi kekompleksan cerita, Anime lebih berbobot dan lebih kompleks lagi alur ceritanya. Seperti contoh franchise anime Gundam yang tidak cuma menyuguhkan pertempuran antar robot raksasa, tapi juga cerita yang penuh dengan intrik sehingga alur cerita anime sulit dicerna untuk pemirsa anak-anak. Beda dengan kartun yang alurnya lebih simpel bin datar yang mudah dicerna untuk anak-anak. Kita ambil contoh Ben 10. Kalau kita lihat sang tokoh utama melihat ada masalah seperti saat penjahat menyerang sebuah kota, sang tokoh utama berubah menjadi alien dan melawan musuh yang menyerbu kota tadi. Intinya kalau ada masalah, tokoh utama tinggal berubah jadi superhero.

Kembali ke pokok masalah. Anime memiliki beberapa sub genre yang bahkan ada yang sangat tidak cocok untuk anak-anak. Kita ambil beberapa contoh seperti Attack On Titan. Dari segi visualnya nih ya, anime yang booming ini memiliki tingkat kekerasan yang bisa dibilang eksplisit seperti darah, adegan mutilasi, dan juga adegan dimana monster yang dijuluki kyojin/titan ini memakan manusia khususnya manusia hidup. Belum lagi segi ceritanya yang kompleks menjadikan anime Attack on Titan merupakan anime yang hanya cocok untuk audiens dewasa.
Berikutnya lagi adalah anime Elfen Lied yang diadaptasi dari manga karya Lynn Okamoto. Darah, mutilasi, dan bagian tubuh yang terpotong ini merupakan contoh nyata mengapa anime ini memang absolutely not safe for kids 
https://cdn14.1cak.com/posts/b4a021062990bca0a5d52ff5791dfbfa_t.jpg 
Contoh lainnnya adalah Highschool DxD. Anime ini bukan cuma menawarkan anime penuh aksi saja, melainkan anime ini juga sarat akan fanservice. Mulai dari belahan desain karakter yang seksi, pamer belahan dada dan pantat molek (maaf) hingga adegan syur, semua ada di anime yang diadaptasi dari novel ringan karya Ichiei Ishibumi ini. Anime seperti inilah yang membuat anime tidak buat anak-anak.
https://imgcdn1.kwikku.com/images_users/images_status/1-20170608201818.jpg 
Tiga contoh anime yang saya jabarkan di atas tadi menjadikan bukti bahwa anime itu bukan buat anak-anak tidak peduli bagaimanapun genre-nya. Kekerasan baik yang wajar maupun eksplisit, adegan mesra, fanservice, maupun cerita yang kompleks membuat hampir keseluruhan anime tidak pantas ditonton untuk anak-anak. Baik anime terkenal seperti Naruto, Bleach, One Piece, Dragon Ball, Maupun Fairy Tail, Sword Art Online, Detective Conan, ataupun yang tidak dikenal seperti Mirai Nikki, itu semua merupakan anime yang diperuntukkan untuk pemirsa remaja maupun dewasa.

Namun, parahnya, masih banyak orang awam di Indonesia (atau mungkin seluruh dunia) mengira bahwa anime merupakan  tontonan buat anak. Padahal, seperti yang dijelaskan sebelumnya Seperti dalam kasus Naruto yang sejak tokoh utamanya mendapatkan kekuatan rubah ekor sembilan sampai tokoh utama mengalahkan musuh terkuatnya dan menjadi Hokage butuh waktu yang bisa dibilang sangat lama. Mulai dari sempritan KPI hingga sempat dilarang tayang karena menampilkan adegan kekerasan yang bisa dibilang.... tidak eksplisit, melainkan hanya sekedar cipratan darah saja. Memang dikarenakan Naruto merupakan anime yang diperuntukan untuk audiens remaja hingga dewasa. Namun, karena pada saat penayangannya, pihak stasiun televisi menambahkan beberapa iklan produk anak-anak sehingga anime tersebut menjadi tontonan untuk anak-anak.
Beruntung sekali masih ada anime yang memang diperuntukkan untuk anak-anak seperti Hamtaro, Minky Momo, Doraemon, Beyblade, Let's Go, Digimon, Pokemon, dan masih banyak lagi. Anime-anime tersebut pernah tayang di Indonesia mulai tahun 1990-an sampai tahun 2000-an. Disini, anime aksi seperti Digimon menayangkan adegan kekerasan namun masih bisa diterima oleh anak-anak, anime Doraemon dan Minky Momo dengan cerita yang bisa dicerna oleh anak-anak dan juga menumbuhkan fantasi bagi anak-anak antara umur 8 sampai 12 tahun.
https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170123/ha-3-bfea42ac69e698cf23cd68ab5cc0c211.jpg
Bagaimanapun, animasi apapun baik kartun maupun anime itu spesifikasinya sendiri-sendiri. Kartun ya kartun, Anime tetaplah anime yang masing-masing diperuntukkan untuk masing-masing umur. Itu sudah menjadi kodratnya dan tidak bisa diubah. Dan selamanya akan terus begitu.

Yang miris adalah anak-anak jaman sekarang sekarang malah dicekoki tayagann yang mengandung adegan kekerasan, cinta-cintaan, dan mesra-mesraan tidak peduli bagaimanapun tayangannya. Tidak terhitung banyaknya kasus pacaran hingga tawuran pelajar yang terjadi. Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua adalah kita perlu mengawasi anak-anak kita dalam menonton TV. Tidak lupa, salam anime! ;D

Sabtu, 18 Agustus 2018

Perbedaan Orang Jepang dan Indonesia

Setiap masyarakat di belahan dunia manapun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan orang Jepang. Orang Jepang itu memiliki kebiasaan-kebiasaan yang beda banget sama Indonesia. Nah, Kebiasaan apa yang membedakan masyarakat Jepang dengan masyarakat kita? Kita lihat yuks!

1. Saat di Kendaraan Umum.

Guys, orang Jepang itu memiliki kebiasaan manajemen waktu luang yang pol. Bayangin aja, friend, Di kendaraan umum orang Jepang mesti membaca buku atau kalo nggak tidur. Sehingga orang Jepang mesti banyak yang pinter-pinter. Kalau di Indonesia, beda jauh! Ada yang tidur, ada yang ngerumpi, ada yang main hape, ada yang main gadget.
http://www.serumpi.com/wp-content/uploads/2017/05/etika-di-transportasi-umum-thetraveleur-com.jpg 

2. Ketika Menjaga Kebersihan Umum

 
Orang Jepang tahu banget cara menjaga kebersihan di tempat umum. Hal ini dibuktikan dengan kebiasaan orang Jepang membuang sampah di tempatnya. Orang Jepang menyimpan sampah di saku jaket atau celana atau bisa juga di tas. Kalau nemu tempat sampah, mereka akan membuang sampah tersebut ke tempatnya. Pantas saja kendaraan-kendaraan umum orang Jepang tampak bersih dan rapi. Udah gitu Jepang juga jarang banget kebanjiran.
Kalau di Indonesia? Dengan muka tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang begitu saja di kolong bangku atau dilempar ke luar jendela. Sudah gitu gak di tempat sampah sama sekali. Pantas Indonesia banjir terus!

3. Ketika di Kelas

Siswa siswi Jepang datang paling awal kebanyakan langsung memilih duduk di barisan terdepan alih-alih di belakang. Siapa yang datang awal, dialah yang dapat barisan terdepan. Pantas saja barisan paling belakang kosong gak ada penghuninya. Beda mah di Indonesia. Siswa yang paling pertama muncul langsung duduk di belakang. Sehingga yang kosong pasti bangku paling depan.

4. Ketika Dosen/Guru Mengajar di Kelas

Semua pelajar/mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius. Kenapa ya? Karena dengan suasana kelas sesunyi itu, kita bisa mendengarkan penjelasan guru/dosen/sensei dengan konsentrasi seolah-olah menghayati perkataan sang guru. Kalo di Indonesia? Tengok ke kiri, ada yang ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuma barisan terdepan yang mendengarkan dengan serius. Itupun juga kalau duduk di depan guru mereka! Aduh...
http://www.youthmanual.com/assets/file_uploaded/editor/1459849119-2012-03-02.jpg  

5. Ketika Diberikan Tugas Oleh Guru / Dosen

Orang Jepang rajin banget kalau soal tugas. Prinsip mereka adalah: Kalau bisa sekarang, kenapa besok? Hari itu juga, mereka langsung menyerbu perpustakaan atau buka internet untuk mencari data yang mereka butuhkan untuk mengerjakan tugas mereka. Kalau di Indonesia? Orang Indonesia suka nunda-nunda dengan prinsip 'The Power of Kepepet' yang artinya: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini? Jadi, pelajar dan mahasiswa Indonesia senang menunda-nunda pekerjaan yang akan dilakukan. Dan pas H-1 deadline, mereka baru ngerjakan.
Hasil gambar untuk anak sd main warnet https://i.pinimg.com/736x/df/f4/31/dff4312c67fff8899df21b1c84b9f32c--anime-motivational-posters-anime-pictures.jpg

6. Ketika Terlambat Masuk Kelas

Orang Jepang memiliki rasa malu ketika tidak berhasil masuk kelas tepat waktu. Mereka memohon maaf dengan membungkukan badan, menunjukkan ekspresi malu, dan mengucapkan 'Sumimasen' yang berarti saya meminta maaf sembari menyesal tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Berbeda dengan Indonesia yang langsung nyelonong masuk ke kelas tanpa permisi sama sekali. Ini rasa malunya orang Indonesia pada kemana sih?!
 http://www.factslides.com/imgs/japan-sorry.jpg

7. Ketika di Jalan Raya

Meski Jepang merupakan produsen mobil terbesar di dunia, Jalan-jalan di Jarang sekali mobil berseliweran di mana-mana. Hanya di kota-kota besar kita baru melihat mobil-mobil dan kendaraan umum berseliweran. Kalau di Indonesia jangan ditanya. Jalanan semrawut bin macet terutama di Jakarta, motor diparkir sembaragnan dimana-mana. Orang senang pamer mobil yang mereka beli. Parahnya lagi banyak anak remaja/ ABABIL(ABG-ABG Labil) yang suka pamer suara rombeng knalpot atau kendaraannya. 4nj*y..
https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/mobilkamu/artikel/images/hindari-stress-karena-macet/2.jpg Hasil gambar untuk tokyo downtown in day

8. Ketika Jam Kantor

Di Jepang, jalanannya sepi banget seolah-olah jalanan di negeri Sakura kayak kota mati. Hanya orang tertentu saja yang terlihat disana. Beda lagi di Indonesia. Ada oknum berseragam coklat-coklat alias PNS lagi keluyuran di Mal-mal. Masih mending kalau lagi inspeksi. Kalau cuma cuci mata... Cape deh..!
Hasil gambar untuk pns pergi ke mall http://paulsaulnier.com/wp-content/uploads/2009/07/IMG_1617.jpg

9. Ketika Buang Sampah

Sampah-sampah dibuat lebih teroganisir di Negeri Matahari Terbit. Sampah organik dibuang ke tempat sampah khusus sampah organik. Sedangkan sampah non organik juga dibuang di tempat sampah khusus untuk sampah non organik. Sampah non organik dibedain lagi nih mulai sampah plastik dibuang di tempat sampah khusus plastik, sampah logam dibuang ke tempat sampah khusus logam, sampah kertas dibuang ke tempat sampah khusus kertas, dan masih banyak lagi. Indonesia mana ada yang kayak beginian. Lha orang Indonesia buang sampahnya aja masih belum teratur. Mau sampah plastik, sampah kertas, sampah makanan, hingga bangkai binatang (maaf) pun dikumpulkan di tas keresek lalu dibuang di got atau sungai terdekat. Pantesan Indonesia kebanjiran mulu.
https://colossus.malesbanget.com/posts/2015/11/11/%E2%80%8B-X-alasan-yang-sering-dipakai-orang-Indonesia-buat-buang-sampah-sembarangan-satryo-%E2%80%8B.jpg https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsvXr22Ef9-Vr1OgfQLCGVziEVVVoOC5TnPTjx3q6uTWKDK_K4IhHhftFc9C5YeRYs3jnxbIzRSrx8vZyHI7iVCVV2O4-TMB3YeKZYlAN2uaOKI2-KC68MH-127sNg-nHrT6xLLL847REm/s1600/P1020511.jpg
10) Ketika Berangkat ke Kantor atau Sekolah.
Orang Indonesia merasa malu kalau disuruh naik angkot. Mereka berangkat ke tempat kerja memakai mobil atau motor sambil memamerkannya di jalan. Pantas saja Jalanan di Indonesia khususnya di Jakarta lagi pada macet dan penuh polusi. Kalau di Jepang mereka lebih suka naik angkutan umum mulai dari bus kota hingga kereta. Dan mereka jarang banget memakai kendaraan pribadi mereka sendiri kecuali kalau ada keperluan mendadak ataupun ingin keluar kota bersama keluarga. Keren kan...!
 
11) Ketika Janjian Ketemu (Meeting)
 
Bicara soal tepat waktu, Orang Jepang kalau soal janjian ketemu gak main-main. Setiap kedua pihak melakukan janji ketemuan dimana, Ting tong.... Pada waktu dan tempat yang ditentukan kedua pihak datang tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya. Hal kayak gini tidak pernah ditemuin di Indonesia. Bayangin aja, Salah satu dari kedua belah pihak pasti bakalan 'karatan' karena terlalu lama menunggu!
12) Ketika Berjalan di Pagi Hari
 
Seperti pasal ke-11 sebelumnya, Orang Jepang super disiplin soal waktu. Mereka berjalan super cepat dan terburu-buru laksana dikejar anjing liar atau ngejar setoran karena takut terlambat. Soalnya kalau terlambat mesti bikin malu gak cuma diri sendiri, pasti bikin malu perusahaan atau sekolah. Gak cuma di Indonesia yang mesti berjalan santai banget seolah-olah tidak ada apa-apa. Hal ini diperparah dengan pola pikir 'Nyantai aja cing! Si Boss juga paling datengnya telat!'. Pantas jam karet menjadi hal yang biasa di Indonesia.

Ending
Begitulah Dua Belas perbedaan antara orang Jepang dan Indonesia. Kita sebagai masyarakat Indonesia harus mengambil pelajaran dari kebiasaan-kebiasaan baik dari orang Jepang jika kita ingin mendahului atau seenggak-enggaknya menyamai orang Jepang.

Sumber Gambar: Google