Minggu, 30 Juni 2019

Alasan-Alasan Mengapa Otaku dan Wibu di negara +62 Suka Anime Bajakan.

Hello Guys. Pernahkah kalian senang mengunduh anime secara gratis di Internet? Kita, para wibu dan otaku, sekaligus saya juga senang banget mengunduh anime gratis. Tapi, tahukah kalian bahwa secara tidak sadar, kita  mengunduh anime yang seharusnya tidak gratis tapi sama oknum distributor membagi-bagikannya secara gratis di Internet. Ada aja alasan para wibu dan otaku untuk mengunduh anime secara bajakan. Mau tahu kenapa? Dirangkum dari beberapa sumber yang insyaAllah paling dipercaya, inilah mengapa wibu negara +62 senang mencari anime bajakan. Check this out, dude...

1. Indonesia termasuk negara non-premium

free
Yang dimaksud dengan Negara Premium adalah negara yang penduduknya rela merogoh kocek yang besar untuk membeli sesuatu di internet. Contohnya seperti penduduk Amerika Serikat, Inggris dan Kanada (Onlenpedia, 2015). Jadi, negara Non-Premium kayak di Indonesia ini penduduknya tidak mau mengeluarkan uang demi mendapatkan sesuatu yang mereka mau meskipun hanya satu rupiah pun, ini dikarenakan pola pikir penduduk Indonesia yang lebih menyukai sesuatu yang gratis dan murah.

2. Anime yang tersedia Gratis

Mendukung poin nomer satu yang disebutkan sebelumnya, Ponimu (2019) menjelaskan mengapa wibu dan otaku Indonesia lebih suka Anime bajakan dikarenakan gratis dan tidak perlu membayar mahal. Kita hanya tinggal klik dan unduh, maka tidak perlu membayar setiap bulan kita bisa menikmati Anime yang kita unduh setiap saat dimana pun kita suka.

3. Sangat mudah ditemukan dimana saja.

Dengan adanya situs-situs fansubbing yang berseliweran di dunia maya seperti samehadaku, Animeindo, Riie.net, dan Meownime (sekarang nama domain-nya berubah menjadi Meownime.xyz), ataupun yang legal sekalipun seperti daisuki.net, membuat anime-anime bajakan sangat mudah ditemukan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi otaku dan wibu Indonesia yang ingin mencari anime murah dan gratis (Ponimu, 2019)

4. Memiliki Library yang luas lagi banyak

Ponimu (2019) mengatakan bahwa jumlah anime yang dimiliki oleh situs-situs bajakan terhitung sangat banyak. Tidak cuma anime-anime baru, tapi anime-anime lama dan jadul pun bisa ditemukan di beberapa situs. Oploverz misalnya. Oploverz menyediakan ratusan anime baik anime paling baru maupun yang lama.

5. Mudah diunduh

Dengan semakin canggih dan bebasnya tekonologi internet, khususnya di Indonesia membuat anime bajakan semakin mudah diunduh dan dinikmati. Meski di internet ada yang namanya streaming anime yang legal lagi gratis, namun mayoritas orang lebih prefer buat mengunduhnya lalu kemudian menontonnya di lain waktu. Belum lagi kalau ada Wi-fi super cepat membuat kegiatan mengunduh anime (bajakan) semakin mudah dan menyenangkan!

6. Hemat kuota

Lisensor biasanya meminta agar distributor animenya tetap menjaga kualitas animenya sebaik mungkin. Hal ini menyebabkan banyak anime legal yang ukuran filenya sangat besar (Ponimu, 2019). Sebagai contoh, satu episode anime legal berdurasi 25 menit dengan ukuran 1280 x 720 memiliki ukuran file umpamanya 1 gigabyte. Coba kalau satu season yang berisi 12 episode, bisa dibayangkan gedenya kayak apa. Namun, ada saja distributor anime bajakan yang menggunakan cara pintar untuk menjaga ukuran videonya lebih kecil dengan kualitas yang sama dengan anime legal. Yaitu dengan cara menggunakan suatu codec khusus yang mampu mengecilkan video hingga 100 megabyte dengan kualitas persis seperti HD dengan durasi yang sama. Itu berarti satu season anime dengan jumlah episode yang sama ukurannya cuma sekitar 1 gigabyte. Jauh lebih hemat, bukan? Itulah sebabnya anime bajakan semakin diminati oleh banyak otaku di Indonesia.

7. Penghasilan Indonesia yang pas-pasan

Masyarakata Indonesia, khusunya anak-anak muda rata-rata memiliki penghasilan yang pas-pasan seperti saya. Jangankan untuk hiburan seperti nonton film dan beli film original, untuk makan tiga kali setiap hari aja masih lumayan mahal. Pilih mana coba beli nasi, sayur, lauk atau beli anime blu-ray yang ori? Atau pilih mana beli kuota internet atau nonton anime di bioskop? Ketika kebutuhan primer dan tersier diadu, mengunduh anime bajakan menjadi pelarian yang terbaik bagi para otaku dan wibu di Indonesia. Tapi, ingat! Jangan coba-coba nge-share link berisi konten bajakan ke media sosial!

8. Harga original yang terlalu mahal

Untuk anime-anime yang paling terkenal seperti Naruto, One Piece, Sword Art Online, Attack on Titan, dan lain-lain sebagainya, harganya bahkan bisa mencapai belasan ribu Yen alias 100 Dolar AS lebih atau sekitar satu jutaan rupiah. Harga tersebut setiap dua hingga empat episode itu sudah terbilang mahal untuk orang-orang di Indonesia (kecuali untuk para 'sultan') atau mungkin bagi setiap orang di belahan dunia. Sehingga, alternatif terbaik adalah dengan mengunduh versi bajakan yang gratis dan mudah.

9. Film yang diinginkan belum/tidak ada di Indonesia

Masih mending juga kalau anime yang kita mau tersedia di Indonesia. Tapi, sayangnya tidak semua anime yang kita inginkan ada di Indonesia. Bayangin aja jika kita mengimpor langsung anime dari pembuatnya mesti melewati proses yang ribetnya minta ampun mulai dari pembelian lisensi dari kreatornya yang mahalnya bukan kaleng-kaleng, belum lagi kebijakan-kebijakan luar negeri yang memberatkan, ditambah dengan prosedur-prosedur teknis seperti sulih suara, editing, hingga quality control agar menjadi tayangan yang siap disiarkan di televisi. Masalahnya, Televisi sekarang menargetkan demografisnya untuk ibu-ibu dan remaja alay penggemar sinetron, yang notabenenya lebih menguntungkan daripada yang lain. Jadi, acara yang mereka siarkan di TV gak mungkin bersinggungan dengan apa yang kita mau. Ngarepin Kirito CS dari SAO beraksi di layar kaca Indonesia? Tidak semudah itu, Ferguso! Atau ke toko CD dan DVD untuk mencari anime di Indonesia yang original? B1tch please.... Kebanyakan udah pada tutup. Kalaupun ada yang buka, koleksinya kurang beragam dan juga repot kalau bolak-balik ke toko buat beli satu lagi. Solusinya paling gampang ya itu tuh, mengunduh versi bajakannya.

10. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai proses kreatif

Dalam setiap karya, termasuk anime, tentunya melalui proses yang panjang sekali hingga menjadi karya anime utuh yang menarik buat ditonton. Mulai dari ide, brainstorming, pembuatan naskah, pembuatan storyboard, perancangan karakter, proses pembuatan animasi dengan tangan dan digital, pembuatan efek khusus, dubbing, hingga proses pasca produksi semuanya melalui proses yang tidak mudah. Bagi pelaku seni, tentu dengan adanya download anime bajakan yang gratis, mudah, dan singkat akan membuat merasa kerja kerasnya tidak dihargai (Info IDCopy, 2015). Am i a joke to you? Kira-kira gitulah rekasi para pelaku seni kalau tahu karyanya dibajak.

11. Lemahnya Perlindungan Hukum Mengenai Pembajakan

Meski telah diimplementasikannya undang-undang pembajakan dimana hukuman bagi para pelakunya akan dipenjara selama 5-10 tahun dan denda hingga satu miliyar rupiah sampai program SOPA (Stop Online Piracy Act) yang bukannya memberantas pembajakan justru malah menjadi kontroversi, namun realitanya hingga saat ini pelaku pengunduh anime ilegal sulit dideteksi, sehingga menyebabkan pengunduh anime bajakan semakin bebas mengunduh anime yang diinginkannya dan parahnya dengan songongnya ia ngepos screenshot anime bajakannya yang ia baru unduh dan tonton di media sosial.

Epilogue

Demikian alasan-alasan mengapa wibu dan otaku di negara +62 kita suka banget anime bajakan. Dibalik sesuatu yang gratis dan murah, dan mudah terkadang tidak sesuai yang orang pintar pikirkan. Dan bagi kalian yang sudah tobat dan memutuskan untuk menabung dan membeli anime legal atau subscribe ke situs streaming anime legal, kalian luar biasa. Dan untuk kalian yang susah banget untuk lepas dari sindrom anime bajakan lovers termasuk saya, mungkin bukan perjuangan mudah untuk keluar dari kecanduan ngunduh anime bajakan. Tapi, ketahuilah bahwa suatu saat, kita bisa membeli anime legal dengan uang kita! Lumayan, kan meski membutuhkan biaya yang mahal, it's totally worth it buat kita dan akhirnya kita dapat menghargai kreator yang susah payah dalam membuat anime yang dapat dinikmati! Oke deh, gw mau log out dulu ya.... Bai bai...


Sumber:

Sabtu, 22 Juni 2019

Mari mengenal Nihongo (Bahasa Jepang)!

Halo guys... Pada kesempatan kali ini, saya akan mengupas tuntas salah satu bahasa yang merupakan salah satu bahasa pengantar di dunia internasional. Tidak lain dan tidak bukan adalah Bahasa Jepang!
Hasil gambar untuk nihongo

Sedikit penjelasan mengenai Bahasa Jepang.

Bahasa Jepang (日本語; romaji: Nihongo; pengucapan: Nihonggo ) merupakan bahasa resmi di Jepang dimana bahasa ini masuk kedalam rumpun bahasa Japonik. Bahasa ini memiliki jumlah penutur di Jepang sebanyak lebih dari 125 juta jiwa baik di Jepang maupun di luar Jepang seperti Korea dan Republik Rakyat Tiongkok. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

Bentuk-bentuk penulisan Bahasa Jepang

Bahasa Jepang memiliki tiga bentuk penulisan, Hiragana, Katakana, dan Kanji.

Hiragana

Hiragana merupakan versi abjadnya orang Jepang yang memiliki 46 jenis huruf termasuk vokalnya. Fungsinya adalah untuk menuliskan kata-kata yang asli berasal dari Jepang dan bukan kata serapan, membantu pemula yang belum bisa menulis kanji, sebagai bagian dari kata keterangan dan kata sifat, penunjukkan pembacaan kanji, dan juga sebagai Onomatope.
Tabel Hiragana (Sumber: https://japanesemeow.com/hiragana-and-katakana/)

Contoh Penggunaan:

こんにちは = Kon'nichiwa
さしみ = Sashimi

Katakana

Katakana kurang lebih sama seperti Hiragana, ia memiliki 46 jenis huruf termasuk vokalnya. Perbedaannya adalah memiliki unsur seperti tulisan kanji yang membantu melafalkan karakter-karakter berbahasa asing seperti China dan Inggris.

Tabel Katakana (Sumber: https://japanesemeow.com/hiragana-and-katakana/)

Contoh Penggunaan:

ハンバーガー = Hanbāgā (Hamburger)
アニメ = Anime
インドネシア = Indoneshia (Indonesia)

Kanji

Ini dia bagian penting namu paling sulit dalam Bahasa Jepang! Namanya Kanji. Kanji merupakan tulisan yang diadaptasi dari Tiongkok dengan jumlah huruf lebih dari 2000 jenis huruf dan memiliki dua pelafalan yaitu:

On'yomi:

On'yomi (音読み) atau ucapan Tionghoa adalah cara membaca aksara kanji mengikuti cara membaca orang Tionghoa sewaktu karakter tersebut diperkenalkan di Jepang. Ia memiliki empat jenis On'yomi, yaitu Go-On, Kan-on, Tou-on, dan Kan'you-on

Kun'yomi:

Kun'yomi (訓読み) atau ucapan Jepang adalah cara pengucapan kata asli bahasa Jepang untuk karakter kanji yang artinya sama atau paling mendekati. Kanji tidak diucapkan menurut pengucapan orang Tionghoa, melainkan menurut pengucapan orang Jepang.

Contoh Penggunaan:

青 = shō (On'yomi), Ao (Kun'yomi) = Biru
七 = shichi (On'yomi), Nana (Kun'yomi) = Tujuh

Penutup

Mempelajari bahasa baru khususnya Bahasa Jepang memang tidak semudah yang dipikirkan. Diperlukan waktu, usaha, dan juga motivasi untuk menguasai kompleksitasnya. Tapi, sesuatu yang tampak sulit akan lebih mudah dan menyenangkan apabila sudah ketagihan mempelajarinya. Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Sumber:
Bahasa Jepang @ WIkipedia Bahasa Indonesia
Mari mengenal Bahasa Jepang @ 1CAK

Rabu, 17 April 2019

Stigma Otaku yang (Tidak Selamanya) Buruk


Otaku. Sekelompok orang yang terobsesi dengan hobi mereka. Dalam konteks yang sempit, Otaku merupakan sekelompok yang suka dengan anime dan manga. Namun, dalam konteks yang lebih luas, Otaku bukan cuma sekedar sekedar penyuka animanga saja. Otaku juga merujuk pada orang memiliki kecenderungan pada suatu hobi seperti Cosplay, Kereta Api, Game, dan Idol.

Bagi masyarakat pada umumnya, khususnya Jepang, otaku dianggap sebagai manusia aneh, unik, lucu, gak keren, atau lebih rendahnya lagi, sampah masyarakat. Kok bisa? Mari kita kembali ke akhir 1980-an dan awal 1990-an, lebih tepatnya 1989.

Seorang pria bernama Tsutomu Miyazaki (1962-2006) dikenal sebagai "The Otaku Murderer" karena dia merupakan seorang Otaku yang bertanggung jawab atas kematian 4 anak perempuan yang ia bunuh secara sadis karena dipengaruhi oleh anime, video porno, dan komik yang ia koleksi.
Tsutomu si biang kerok jatuhnya pamor otaku
Tsutomu lahir di Itsukaichi, Tokyo pada tanggal 21 Agustus 1962. Tsutomu lahir dengan kondisi prematur yang membuat tangannya lahir cacat. Tangannya menjadi satu dengan pergelangannya sehingga ia terpaksa harus menggerakan lengan bawahnya untuk memutar tangannya. Keadaan itulah yang membuat ia di-bully oleh teman sekelasnya. Sungguh masa kecil yang ngenes.. Dan masa kecil inilah yang akan mempengaruhi mentalnya di masa depan.

Pada tahun 1988, ia menghabiskan waktu dengan membaca manga khususnya manga horor, terutama setelah kakeknya meninggal dunia pada Mei 1988. Waktu itu, Tsutomu sedang mengalami depresi berat setelah ditinggal mati oleh kakeknya yang waktu itu hanya satu-satunya anggota keluarganya yang ia cintai. Sisanya (Bapaknya, Emaknya, dan Mbaknya) membencinya. Sehingga Tsutomu memilih membaca komik dan film horor sebagai pelarian. Pada tahun 1989, setelah menyerang kakak dan emaknya, ia mulai menculik dan membunuh gadis-gadis muda yang kebanyakan merupakan gadis dibawah umur demi memuaskan hawa nafsunya. Sejak Agustus 1988 sampai Juni 1989, ia membunuh hingga empat anak. Dalam aksinya, Tsutomu pernah meminum darah korbannya, memakan bagian tubuh korban, dan juga pernah bercinta dengan mayat yang ia bunuh. Yikes! Membayangkannya aja membuat TS muntah karena jijik!!

Aksi kejamnya Tsutomu berhenti saat ia ditangkap oleh aparat keamanan alias kepolisian saat ia mencoba untuk menculik dan membunuh korban kelimanya namum digagalkan oleh bapak korban. Setelah ditangkap dan rumahnya diselidiki, kepolisisan menemukan sesuatu yang amat mengejutkan lagi disturbing. Di rumahnya, polisi menemukan buku-buku komik, porno, Film Horor, dan Anime-anime Guro.

Karena itu, Tsutomu dijuluki "The Otaku Murderer" alias "Si Otaku Pembunuh" dan sejak saat itu, anime dan manga dikambing hitamkan sebagai biang kejahatan dan kriminal. Dan pamor otaku semakin merosot ketika media massa menyebarkan pandangan negatif mengenai Otaku. Sehingga, apabila orang biasa ngelihat orang meluk-meluk dakimakura bergambar waifu mereka di tempat-tempapt umum, dan atau orang berkeliaran menenteng merchandise anime di jalan dengan penuh semangat, otaku mendapat pandangan yang aneh dan jijik dari masyarakat sekitar.
Kira-kira begitulah reaksi orang lain saat ngeliat elu bawa dakimakura bergambar waifu-mu ke jalan.
Bagus banget bajunya, masbroh. Beli di mana? Di Pasar Turi?
Admin teringat dengan insiden yang terjadi di Masjid Christchurch, Selandia Baru, bulan Maret lalu yang membuat game mobile PUBG/Player Unknown Battle Ground menuai pro kontra di Indonesia khususnya dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menganggap bahwa game tersebut haram. Padahal, pelakunya, Brenton Tarrant, bukan gamer dan gak terinspirasi sama game yang sedang booming ini. Beda dengan abang Tsutomu yang emang terinspirasi dari apa yang ia tonton (Anime dan video porno).

Kembali ke topik masalah. Otaku gak selamanya dipandang buruk. Seorang penulis Hiroki Azuma, dalam bukunya, Otaku, mengamati bahwa antara tahun 2001 dan 2007, bentuk dan pemasaran otaku dengan cepat memenangkan pengakuan sosial. Hal tersebut dibuktikan pada tahun 20003, Animator Hayao Miyazaki dan karyanya, Spirited Away, memenangkan Academy Award dan  Takashi Murakami memperoleh pengakuan untuk desain otaku-like-nya pada waktu yang sama. Pada tahun 2005, kata moe, salah satu kata kunci dari volume ini, terpilih dalam sepuluh teratas "Buzzwords of the year". Seorang mantan perdana menteri Jepang, Taro Aso, ternyata pernah menjadi otaku dengan menggunakan sub kultur untuk mempromosikan Jepang di luar negeri. Pada tahun 2013, Studi masyarakat jepang terhadap +137.000  orang menemukan bahwa 42,2% mengidentifikasi diri mereka sebagai otaku.

Bahkan, Otaku juga memberikan keuntungan baik dari sisi sosial bagi masyarakat di luar Jepang dan juga ekonomi. Ini terlihat dalam semakin menjamurnya event-event jejepangan diselenggarakan di berbagai macam belahan dunia seperti Anime Festival Asia. Di Indonesia sendiri, berbagai macam komunitas-komunitas jejepangan dan juga otaku mulai bertebaran dan menjamurnya event-event otaku yang diselenggarakan mulai di kampus-kampus hingga di mal-mal.

Terlepas dari pro-kontra otaku di masyarakat Jepang dan di luar negeri, kita semestinya juga sadar bahwa kita juga tetap menjaga perilaku jejepangan kita di masyarakat luas agar kita menjaga perilaku kita sebagai otaku dan penggemar jejepangan di masyarakat luas dan jangan sampai hobi kita menjadi obsesi berlebihan sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita gak mau kan kejadian seperti Tsutomu Miyazaki-san terulang lagi di Indonesia?

Sumber referensi:
Otaku @ Wikipedia English
Ketika Otaku Dipandang Hina @ Risamedia
Otaku di kehidupan nyata: sampah masyarakat? @ Fujotaku's Diary

Selasa, 16 April 2019

発表時期です! (Happyō jikidesu! a.k.a Waktunya Pengumuman)

Hallo/konnichiwa semuanya! Oke sesuai dengan judul di atas, ada pengumuman yang sebenarnya mau ditulis cuma gak sempat karena 'kesibukan' admin blog ini... Yosh.. Langsung dech!

Untuk tampilan di blog ini, tampilannya akan kembali ke tampilan standar yang sederhana namun bisa dinikmati. Namun, widget-widget lama kayak jam dan piano udah gak bisa diakses lagi. Gak tau bagaimana caranya agar bisa kembali, yang penting kan fungsi utama blog ini masih bisa diakses. At least for now... Namun, jika kalian masih suka dengan tampilan dinamis yang keren abis, saya gak keberatan. Jadi, jika kalian mau minta kembalikan tampilan dinamis di blog saya atau masih tetap dengan tampilan sederhana tapi yang penting bisa diakses di semua gadget, silahken tinggalkan pendapat anda di kolom komentar.

Dan.... Mulai hari ini (atau sesempatnya), saya akan buat laman Facebook dan Twitter untuk  agar bisa terhubung lebih dekat dengan saya. Dan jangan lupa bila sudah selesai lamannya, jangan lupa di-like ya.....
BCOCCIJ Journal @ Facebook
Jangan lupa untuk tetap follow blog ini dan doakan jika saya sempat saya bisa pos update untuk blog saya. Oke Wes sugeng dalu.

Minggu, 14 April 2019

It had Been Seven Years

Assalamu'alaikum/Hello/Konnichiwa..... Apa kabar kalian semua.. Baik? I glad to hear that. Oke, langsung saja deh ke intinya karena gak mau lama-lama di sini.

Pertama-tama aku mau mengucapakan beberapa paragraf mengenai blog-ku ini. Pertama blog ini, Bagas Cakra's Otaku, Cosplay, Computer, IT, and J-Culture Journal, sudah aktif selama tujuh tahun mulai tahun 2012 sampai sekarang. Dan selama tujuh tahun terakhir ini, blog ini sudah dibaca sebanyak lebih dari 200.000 pengunjung di seluruh dunia. Dan yang paling banyak diakses sampai sekarang adalah Indonesia, Amerika Serikat, dan juga Rusia. Kebayang kan gimana blog kecil ini bisa diakses orang-orang dari penjuru dunia? Dan juga banyak banget blog-blog orang yang bisa diakses oleh masyarakat internasional dan tentunya lebih ramai daripada blog ini.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir ini, jumlah pengunjung gak menunjukan peningkatan yang sesignifikan tahun-tahun sebelumnya, justru malah merosot. Masih mending sih daripada gak ditengok sama sekali. Hal ini diperparah dengan kesibukanku dan juga kemalasanku untuk update blog ini. Gak seperti tahun-tahun pas gue masih SMK sih, sekitar tahun 2012-an.
Tahun 2012, saat aku masih menjadi remaja pecinta anime dan komputer. Gue sebenernya sudah mengenal blogger sejak zamanku SMP. Namun, suatu ketika saat gue duduk di bangku SMK, gue kepikiran untuk mempunyai blog yang gak cuma ngomongin soal otaku, melainkan juga ngomongin soal cosplay dan komputer. Berawal dari hobi gue terhadap animanga, akhirnya gue bikin blog ini di blogger. Agar blog ini ramai, gue daftarkan blog ini di Technorati. Dan tidak butuh waktu lama agar blog ini masuk ke mesin pencari dan dapat dinikmati oleh pembaca di seluruh dunia. Itu langkah berani yang pernah kuambil. Dan sejak saat itu, gue keranjingan main blogger. Seiring dengan masuknya gue ke jenjang perkuliahan, gue mulai malas dan jarang buka blogger, sekalipun buka blogger, itupun cuma lihat-lihat statistik gue sih dan juga mulai jarang ngepost karena kemalasan dan juga gak punya ide bagus buat mengepos artikel. Bahkan, tahun 2015 aja gue hanya bisa ngepost satu artikel. Wow, mending daripada gak ngepos sama sekali. Belum lagi saat gue dapat pekerjaan meski magang. Mau tidak mau harus cari waktu yang tepat untuk update blog ini. Bayangin deh susahnya jadi admin blog ini.

Hasil gambar untuk anime boy stressed
Yang gua inginkan adalah make this blog great again seperti pas tahun-tahun sebelumnya. Kalau saja gue punya waktu sebanyak pas aku SMK. Gue pasti akan semangat dalam melakukan posting sekaligus mampu me-manage waktu gue kerja, main game, dan posting di blogger.

Oke deh, sekian buat curhatan kali ini, dan aku harap punya banyak waktu untuk ngepos banyak artikel dan tulisan yang bermanfaat bagi kita semua. Oke wes sugeng dalu alias sampai jumpa!

Kamis, 21 Februari 2019

Cosplay Low Budget Gokiljaya

Cosplay, suatu kegiatan dimana seseorang memakai kostum karakter favoritnya dan beraksi bak karakter yang disenanginya. Biasanya, budget untuk kostum yang keren bisa sampai ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah. Tapi, di tangan orang kreatif, mereka bisa ber-cosplay ria meski dengan budget seadanya. Alih-alih keren dan mirip dengan karakter aslinya, foto-foto 'cosplay' ini malah bikin senyum-senyum sendiri atau ngakak jungkir balik. Penasaran? Here we go!
Gak ada cakar adamantium, garpu pun jadi

Mudah-mudahan orang yang nge-cosplay ini gak diroket nuklir lantaran berani cosplay Kim Jong Un.
Gak ada wig, pisang pun jadi. Abis jadi super saiya, Goku mau bikin kolak!

B1tch please... Entah ini lagi cosplay atau ekspresi muka yang dibuat mirip Yao Ming?! :v

Cosplay Emak legend yang bikin gempar dunia persilatan dan percosplayan.

Groot dari tangan? Why not?
Hasil gambar untuk cosplay low budget kocak
Ngapain Stormtrooper-nya bawa-bawa mejik jer segala? Lagi mau masak nasi? Namanya juga cosplay low budget!
The real plastic man! Semoga orang yang nge-cosplay ini selamat dari amukan k-popers, Member EXO, dan Fans EXO.

Coba Tahan Ketawa Lihat 17 Peserta Lomba Low Budget Cosplay Ini
Cosplay hanya bermodalkan kaos abu-abu dan celana jeans doang, biar greget kata orangnya! Mudah-mudahan Mad Dog gak marah-marah.
Coba Tahan Ketawa Lihat 17 Peserta Lomba Low Budget Cosplay Ini
Well.. Kalau ini sih alih-alih jadi pengusaha minyak bumi, Omar KW ini jadi juragan minyak tanah :v

Epilog

Gimana guys, kocak-kocak kan fotonya? Sekali lagi saya tekankan bahwa orang yang ingin beda bukanlah soal budget, melainkan seberapa kreatif kamu membuat orang tersenyum meski dengan modal alakadarnya. Sekian tulisan kali ini, semoga terhibur. Jaa ne!
Sumber gambar: Google

Lebih dekat dengan Factory Reset


Biasanya jika OS di komputer atau laptop anda mengalami eror yang benar-benar annoying, pasti yang ada di pikiran ente adalah laptop anda harus diinstal ulang. Eits, don't do it! Sebenarnya masih ada alternatif lain untuk memperbaiki komputer anda secara menyeluruh, namanya adalah Factory Reset. Pengen tahu? Here we go!

Pengertian Factory Reset

Factory Reset itu adalah sebuah tindakan dimana pengaturan operating system di-reset kembali seperti kondisi pabrik alias saat masih baru. Factory Reset ini ada dua opsi, yaitu Factory Reset hanya membersihkan file personal dan  mempertahankan settingan OS dan Factory Reset secara total dengan kata lain komputer anda benar-benar bersih dari pengaturan dan data-data anda.

Kelebihan Factory Reset:

Dibandingkan dengan instal ulang, Factory Reset merupakan alternatif yang lebih murah dan mudah dalam me-repair OS anda yang eror apalagi sampai mengganggu. Dengan melakukan reset, otomatis semua data-data dan pengaturan anda. Selain itu cara ini juga bisa memperbaiki OS anda sehingga anda bisa  bekerja kembali dengan lancar

Kelemahan Factory Reset

Kelemahannya cara ini bisa menghapus data anda secara permanen khususnya jika Hardisk yang bersangkutan di-reset secara total. Jadi, jika anda ingin bermaksud melakukan factory reset pada hardisk yang anda inginkan, ada faedahnya jika anda back-up data-data anda yang penting.
Kedua, cara ini memiliki dua kemungkinan, berhasil atau gagal sama sekali. Jika berhasil, sistem komputer anda bisa dipakai kembali tanpa ada masalah apapun. Sebaliknya jika gagal, maka sistem komputer anda sudah tidak bisa dipakai lagi dan terpaksa harus anda instal ulang.

Cara melakukan Factory Reset

Saya hanya akan sharing cara melakukan Factory Reset di Windows 10. Jika anda ingin tahu bagaimana cara Factory Reset di Windows 8 atau dibawahnya, silahkan cari di google, oke?

1. Masuk ke Control Panel. Klik Start, Pilih Windows System, lalu klil Control Panel. Di laptop saya pake Bahasa Indonesia, namanya Sistem Windows.

2. Pada Control Panel (Panel Kontrol kalau Laptop saya :D), klik menu Recovery atau Pemulihan di Laptop gue.

3. Pada menu Recovery/Pemulihan, Klik If you having troubles in your PC, go to Settings and try resetting it (Jika anda mengalami masalah dengan PC, masuk ke Pengaturan dan coba mulai ulang PC Anda)


4. Pada Menu Pemulihan di Jendela Pengaturan/Settings, klik Getting Started/Persiapan

5. Selanjutnya anda dihadapkan dengan dua pilihan, apakah anda ingin menyimpan file anda atau menghapus semua. Perlu diingat jika anda memiliki masalah yang annoying di Komputer anda, Hapus semua merupakan pilihan terbaik. Namun, pastikan anda sudah mem-backup semua data-data anda di Hardisk Eksternal/Flash Drive/Cloud Storage.

Baca Juga: Flash Drive vs Cloud Storage. Perbandingan kelebihan dan kekurangan

6. Jika anda ingin hapus semua, anda akan dihadapkan pada pilihan apakah anda ingin menghapus semua data pada drive yang anda instal Windows anda (Biasanya sih C://) ataukah anda ingin menghapus semua data pada seluruh drive (kecuali drive eksternal) hingga benar-benar bersih. OK

Sekian tulisan untuk kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, oke wes,sayonara.